Prahara Partai Demokrat

  • Whatsapp
Prahara Partai Demokrat

Ujang Komarudin
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta.

SETIAP kali kata kudeta diangkat ke permukaan, semua mata akan tertuju ke sana. Meski hanya satu kata, namun kudeta menjadi topik yang seksi untuk diberitakan. Inilah yang melanda Partai Demokrat saat ini. Sejak isu kudeta partai berlambang bintang mercy ini diungkap ke publik oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), maka hampir semua media baik cetak maupun elektronik dan juga online memburunya.

Bacaan Lainnya

Soal isu kudeta, sebenarnya bukanlah barang baru dan bukan pula sesuatu yang tertutup serta hanya dibicarakan di ruang hampa di republik ini. Ada yang melakukan kudeta secara senyap, halus dan paksa. Seolah-olah tak ada kudeta, padahal kekuasaan orang lain sudah diambilnya. Tentu yang kita bicarakan disini, kudeta kepemimpinan di partai. Bukan kudeta atas kepemimpinan negara, atau pun yang lainnya.

Sejak tahun 2014, kita mengalami banyak cerita terkait, goyang-menggoyang dan dongkel-mendongkel, bahkan kudeta di tubuh partai politik. Entah disengaja, entah tidak. Penggembosan kepemimpinan partai politik tersebut, terjadi pada partai-partai yang enggan masuk pemerintahan.

Fenomena penaklukan partai oposisi, itu hal biasa dalam politik. Dan itu banyak terjadi, walaupun sering diingkari dan dibantah. Dalam kamus politik praktis, ada istilah, “jika tak bisa dibina, ya dibinasakan”. Jika tak bisa bergabung, ya dipaksa bergabung. Jika membandel, maka tentu saja akan digoyang-goyang.

Pos terkait