Premium Akan Dihapus

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, JAKARTA  – PT Pertamina (Persero), penjual mayoritas bahan bakar minyak (BBM) retail di negara ini, tengah mengkaji varian produk BBM jenis bensin, termasuk penghapusan bensin dengan nilai oktan (Research Octane Number/ RON) di bawah 91 seperti Premium dan Pertalite, guna menyediakan bensin yang lebih ramah lingkungan.

Bagaimana Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menanggapi rencana ini? Melalui pesan singkat kepada CNBC Indonesia Ahok pun menanggapi perihal ini dengan singkat.

Bacaan Lainnya

“Komisaris dukung sesuai aturan dan kepentingan masyarakat,” ungkapnya melalui pesan singkat kepada CNBC Indonesia, pada Selasa (1/9).

Sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.20 tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O, bensin yang harus dijual ke publik minimum harus mengandung RON 91. Ini artinya, bila mengacu pada peraturan tersebut, maka seharusnya tidak boleh ada lagi produk bensin di bawah RON 91 yang dijual ke publik.

Merespon kebijakan tersebut, Pertamina pun menuturkan terus berupaya meningkatkan penjualan bensin dengan RON di atas 91 seperti Pertamax dengan RON 92, Pertamax Plus RON 95 dan Pertamax Turbo RON 98.

CEO Commercial & Trading Subholding Pertamina Mas’ud Khamid, mengatakan perusahaan akan terus mendorong penjualan bensin dengan RON 92 ke atas, salah satunya melalui program penambahan channel hingga ke pelosok desa seperti menargetkan 10.000 titik Pertashop per tahun. Dengan demikian, dia berharap konsumen bisa beralih ke BBM yang lebih ramah lingkungan.

“Untuk dapat mengakselerasi pertumbuhan konsumsi BBM ramah lingkungan tersebut, diperlukan dukungan terkait penetapan regulasi dari stakeholder terkait,” tuturnya kepada anggota Komisi VII DPR RI, Senin (31/8).

Varian produk bensin yang dimiliki Indonesia termasuk dengan Pertamina tercatat paling banyak dibandingkan sembilan negara lainnya di Asia Pasifik. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan Indonesia memiliki enam produk BBM yang dijual ke masyarakat, paling banyak di antara sembilan negara lainnya yang rata-rata hanya menjual dua sampai empat produk BBM.

“Sehingga ini kemudian jadi acuan Peraturan Menteri LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) No.20 tahun 2017 (tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O) di mana bensin minimum harus RON (Research Octane Number) 91,” tuturnya kepada anggota Komisi VII DPR RI.

Dia menyebutkan, enam produk bensin BBM tersebut antara lain Premium dengan RON 88, RON 89, lalu Pertalite RON 90, Pertamax RON 92, lalu Pertamax Plus RON 95 dan Pertamax Turbo RON 98. (*/wia)

Pos terkait