Presiden Sebaiknya Copot Moeldoko

  • Whatsapp
Presiden Sebaiknya Copot Moeldoko
Presiden Sebaiknya Copot Moeldoko

Kabarsiana.com, JAKARTA – Agar Istana tidak dituduh terlibat dalam kudeta di tubuh Partai Demokrat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebaiknya mencopot Moeldoko dari jabatan sebagai kepala Kantor Staf Presiden (KSP).

Hal itu dikatakan oleh pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Indonusa Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, saat dihubungi Sabtu (6/1) siang.

Bacaan Lainnya

“Presiden Jokowi sudah saatnya mendepak Moeldoko dari KSP untuk menunjukkan bahwa Istana memang benar-benar tidak terlibat. Tanpa tindakan nyata, tentu masyarakat akan memersepsi keterlibatan Istana dalam mengantarkan Moeldoko menjadi ketum hasil KLB yang ilegal,” kata Jamiluddin.

Jamiluddin melanjutkan, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) juga harus taat aturan dengan melihat keabsahan KLB di Sibolangit berdasarkan UU Partai Politik dan AD/ART Partai Demokrat. Hanya dengan cara itu, pemerintah benar-benar netral dalam menanggapi konflik internal di Partai Demokrat.

Jamiluddin juga menyoroti pelaksanaan KLB yang unik dan dengan cepat langsung memilih serta menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum (ketum). “KLB dilaporkan hanya membutuhkan waktu lima menit untuk memilih ketum. KLB ini tampaknya memang dirancang hanya untuk memilih Moeldoko sebagai Ketum,” ujarnya.

Menurutnya, KLB ini semata ingin menggusur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari ketum dengan cara kasar dan tak bermoral. Dengan demikian, Moeldoko yang tidak memiliki kartu tanda anggota Partai Demokrat bisa menjadi ketua umum.

Pos terkait