Pria di Sorong Ditembak Orang Tak Dikenal

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, SORONG – Seorang pria dengan inisial YM (22) di Kota Sorong, Papua Barat, tiba-tiba ditembak oleh orang tidak dikenal (OTK), pada Minggu dini hari (17/5). Penembakan terhadap korban YM, terjadi sekitar pukul 02.00 WIT, di seputaran Km 7 Gunung, Kota Sorong, Papua Barat.

Kepada awak media, YM menceritakan awalnya sebelum kejadian, dirinya bersama beberapa orang temannya sedang duduk-duduk sambil bakar-bakar kayu. Lantaran ingin isap rokok, YM lantas pergi ke kios untuk membeli rokok.

Bacaan Lainnya

“Saya ke depan untuk beli rokok, tapi karena kios tutup akhirnya saya kembali ke teman-teman. Tiba-tiba ada mobil dari arah hotel vega, mendekati kami. Pas sudah dekat kita, mobil itu langsung kasih mati lampu. Tiba-tiba, orang yang di dalam mobil arahkan senjata ke kita dan keluarkan tembakan satu kali. Pas dengar bunyi tembakan, kita langsung lari,” ungkap YM bercerita sambil menahan sakit.

Lanjutnya, pada tembakan pertama, itu tidak mengenai siapapun dari mereka. Namun ketika mereka lari, OTK yang ada di dalam mobil kembali mengeluarkan tembakan yang kedua dan mengarahkan kepada dirinya dan teman-temannya.

“Pada saat itu, saya yang lari paling belakang. Makanya pas orang dalam mobil kasih keluar tembakan lagi, langsung kena saya punya punggung bagian belakang. Bunyi tembakan dari senjatanya itu tidak besar, bunyinya kecil saja,” beber Ym.

Begitu tertembak, lanjut YM, dirinya langsung lari ke rumah. Di situ badannya sudah keluar keringat dan tubuhnya menggigil karena rasa dingin.

“Kakak laki-laki lihat darah di saya punya badan, langsung tanya kenapa sampai bisa begini. Kakak laki-laki bawa lari saya ke Polres, untuk melaporkan kejadian ini. Kemudian mereka bawa saya dengan mobil patroli ke rumah sakit, kejadian terjadi sekitar jam 02.00 WIT pagi. Saya dengar bunyi tembakan dua kali, pelaku saat menembak berada didalam mobil saja. Pas tembakan pertama salah tidak kena dan tembakan kedua baru kena saya,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan melalui Kasat Reskrim AKP Misbachul Munir, saat dikonfirmasi menjelaskan, berdasarkan informasi yang telah dihimpun, kejadian berawal diduga ada kendaraan yang melintas, untuk jenis kendaraan masih diselidiki.

“Di dalam kendaraan itu, ada orang yang tidak dikenal. Diduga kendaraan yang melintas dan berisi orang tidak dikenal ini, diberhentikan oleh korban. Diberhentikan dalam modus apa, belum diketahui dan disitulah terjadi penembakan. Untuk sementara, kasus ini masih dalam rangka lidik, teknisnya seperti apa belum bisa dijabarkan lebih lanjut,” kata Kasat Reskrim.

Pada saat korban sampai di SPKT Polres Sorong Kota dan tiba di RS Sele Be Solu, sambung Kasat, korban dalam kondisi sadar. Namun dari mulut korban, tercium bau minuman beralkohol artinya korban dalam keadaan mabuk.
“Ada satu luka tembakan di bagian belakang punggung.

“Kita belum bisa tahu, apakah senjata yang dipakai OTK untuk menembak ini milik TNI, Polri atau pihak swasta. Karena senjata sendiri saat ini banyak yang beredar, artinya yang organik dan kepemilikan saja banyak satuan yang memiliki senjata. Apalagi yang bukan milik negara lain lagi, artinya kita bisa menduga kedalam dan bisa menduga keluar,” tegasnya.

Menurut Misbachul, hingga saat ini korban belum diambil keterangan. Siapa tahu korban bisa mengetahui ciri-ciri pelaku. “Nanti kalau sudah terungkap semua, kita akan memblow up ke media. Saat ini kita juga sudah dapat beberapa rekaman CCTV di sekitar TKP di Km 7 Gunung,” tegasnya.

Ditambahkannya, kondisi korban masih sadar, untung saja akibat penembakan tidak mengenai organ tubuh korban yang vital. Untuk ciri-ciri pelaku, kata Kasat Reskrim, masih terus didalami. “Saya tidak bisa sembarang berspekulasi dalam kasus penembakan misterius ini, semua berdasarkan fakta harus sudah tertuang dalam bukti surat, bukti petunjuk, keterangan saksi dan ahli. Kalau belum berupa fakta dan baru sebatas cerita, saya belum bisa ungkapkan. Takutnya menggiring opini dan muncul persepsi lain,” tandasnya.

Diakui Kasat Reskrim, proyektil yang bersarang di tubuh korban sudah dikeluarkan. Proyektil tersebut, katanya, akan diperiksa terlebih dahulu dan dilakukan uji balistik, untuk mengetahui proyektil tersebut milik siapa.

“Proyektil belum diperiksa dan harus dibawa ke laboratorium di makassar, untuk mengetahui jenis peluru. Baru kemudian bisa diketahui jenis senjata yang digunakan. Untuk jarak tembak juga saya belum tahu pasti,” pungkasnya.(*/kpr)

Pos terkait