RSUP M Djamil Padang Siapkan 6 Ruang Isolasi untuk Pasien Virus Corona

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, PADANG – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Sumatera Barat, menyiagakan enam unit ruangan isolasi yang khusus diperuntukkan bagi pasien yang terjangkit virus corona. Selain itu, peralatan medis yang memadai juga sudah dipersiapkan.

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi RSUP M Djamil Padang, Gustavianof, mengatakan ruangan isolasi khusus bagi pasien terpapar virus corona ada enam ruangan, plus peralatan medis yang lengkap.

Bacaan Lainnya

“Secara umum Sumber Daya Manusia (SDM) kami dan fasilitas cukup sebagai rumah sakit rujukan, kami memiliki semua, untuk ruang isolasi, kami persiapkan sebanyak enam kamar,” ujarnya sebagaimana dikutip dari laman Langkan.id di Padang, Rabu (29/01).

Menurutnya, ruangan isolasi yang disediakan sangat steril, bahkan memiliki tiga lapis pintu masuk. Gustavianof mengklaim, pihaknya cukup berpengalaman dalam menangani pasien terpapar virus mematikan.

“Peralatan kami cukup, dulu pernah menangani flu burung. Sekarang alat itu masih disiagakan berikut dengan peralatan lainnya,” jelasnya.

Dia memastikan, untuk saat ini khusus pasien yang terpapar virus corona tidak ada. Hanya saja, terdapat satu pasien yang baru diduga terjangkit virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV).

“Untuk satu pasien yang pulang dari Arab Saudi diduga terpapar, masih dalam perawatan. Secara umum kondisinya terus membaik, kami masih menunggu hasil laboratorium Litbangkes yang mungkin keluar besok, itu untuk mengetahui positif atau negatif,” katanya.

Diketahui sebelumnya, Staff Ahli Bidang Desentralisasi Kesehatan, Kemenkes RI, dr. Pattiselano Robert Johan telah mengunjungi Sumatera Barat, menurutnya, daerah itu sudah dilakukan pengecekan terhadap dua unit alah pengukur suhu tubuh (thermo scanner) yang dipasang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Begitupun kesiapan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padan yang memiliki enam ruangan khusus isolasi. Tetapi yang disiagakan saat ini, hanya dua ruangan yang kosong.

“Fungsi ruangan isolasi tidak hanya untuk yang menderita virus saja, juga bisa digunakan dikteri. Kapasitas dua ruangan yang di standby kan itu ada enam tempat tidur pasien, tapi mudah-mudahan itu tidak pernah digunakan. Kita berharap semoga tidak ada pasien penderita novel coronaviru,” ujarnya. (*/lnk)

 

Pos terkait