Saat Ini, 1.250 WNI Telah Menyeberang ke Irak dan Suriah

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, JAKARTA – Kabar mengejutkan tersiar dari kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jendral (Komjen) Boy Rafli Amar. Dia mengungkapkan, hingga saat ini, sekitar 1.250 Warga Negara Indonesia (WNI) terpapar radikalisme dan telah berangkat ke Irak dan Suriah.

“Jadi tercatat dalam data keberangkatan itu ada 1.250-an orang,” kata Boy Rafli dalam diskusi yang digelar BNPT secara daring, Jumat (5/2) lalu.

Bacaan Lainnya

Kata dia, mereka yang bertolak ke Irak dan Suriah ini terdiri dari laki-laki dewasa, perempuan dewasa, remaja hingga anak-anak.

Dia juga memaparkan nasib mereka saat ini beragam. Ada yang masih tinggal di pengungsian, namun tidak sedikit juga yang meninggal dunia saat ikut berperang.

“Sebagian mereka sudah mati, sebagian mereka ditahan. Ada wanita di dalam camp pengungsian. Anak-anak juga demikian,” jelas Boy Rafli.

Atas dasar ini, Boy menyebut radikalisme masih menjadi momok serius di Indonesia. Menurut BNPT, kondisi ini menjadi pekerjaan rumah yang mesti segera dituntaskan.

Radikalisme kata Boy, menjadi paham atau ajaran yang bisa masuk melalui penetrasi ajaran agama yang keliru, bahkan tak sedikit melalui propaganda media sosial.

“Ini adalah proses radikalisasi masif yang terjadi baik face to face dan juga melalui media sosial dan mempengaruhi cara berpikir, serta mulai bersikap ekstrem, dalam artian di sini setuju terhadap tawaran-tawaran itu,” ucap Boy

Pos terkait