Satgassus Polri Tangkap Jaringan Narkotika Asal Iran

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, JAKARTA – Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, kepolisian tidak henti-hentinya memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan pemberantasan tindak kriminal berupa penyelundupan dan pengungkapan jaringan narkotika internasional asal Iran.

Kinerja Satgassus Polri ini merupakan instruksi langsung dari presiden mengenai perang terhadap narkoba. Sehingga dalam merespon hal tersebut, Satgassus Merah Putih membuktikannya dalam kurun waktu kurang dari 2 minggu berhasil mengungkap dan menangkap jaringan narkotika asal Iran seberat 1,2 ton.

Bacaan Lainnya

Ketua Tim Narkotika Satgassus Merah Putih Polri, Kombes Pol Herry Heryawan mengatakan, Timnya untuk saat ini belum boleh berpuas hati dalam memberantas peredaran narkotika di Indonesia, karena fungsi kepolisian dalam mengayomi dan menyelamatkan masyarakat tetap menjadi yang utama.

“Harus terus berjuang demi menyelamatkan anak bangsa dari bahaya narkotika, karena itu kita tidak boleh berpuas hati,” ujar Herry, Jumat (5/6).

Herry bahkan tidak bisa membayangkan bila jaringan tersebut tidak bisa diberangus, karena pada nantinya akan merusak generasi masa depan Indonesia.

“Tidak mudah, perjuangan mereka luar biasa, bayangkan kalau bandarnya tidak diberangus, berapa generasi yang rusak?,” pungkas pria yang pada tahun 2017 ini pernah menangkap 1 Ton dan pada tahun 2018 menangkap 1,6 Ton ini.

Sebelumnya, Satgassus Polri berhasil meringkus BA (WN Pakistan) dan AD (WN Yaman) pada Sabtu (23/5), keduanya ditangkap atas kepemilikan sabu seberat 821 kg yang disimpan di salah satu gudang di Taktakan, Kota Serang.

Dua minggu setelahnya, Satgassus Merah Putih Polri bersama Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya kembali berhasil mengungkap jaringan bandar narkoba internasional dan mengamankan 6 orang pelaku. Dari pengungkapan tersebut terdapat 402.380 kilogram sabu.

Adanya penangkapan tersebut, Hery Heryawan menilai kedepannya, Korps Bhayangkara harus terus dan lebih bersinergi dengan lembaga-lembaga tertentu seperti Badan Keamanan Laut (Bakamla), dan Dirjen Bea Cukai, karena potensi masuknya barang-barang haram itu dikirim melalui laut.

“Kedepannya kita akan terus melakukan sinergitas dengan Bakamla dan Bea Cukai, karena mereka turut menjaga gerbang laut Indonesia,” pungkas Herry.

(*/ahl)

Pos terkait