Selamet Riyadi : Banyak Kebohongan di Persidangan

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, DEPOK – Pada lanjutan sidang pencemaran nama baik atas saksi pelapor Babai Suhaimi oleh terdakwa Selamet Riyadi, muncul hal-hal yang mencengangkan banyak pihak. Sebab, Selamet pada persidangan pembelaan diri (pledoi) yang dibacakannya sendiri di PN Depok, Selasa (1/9) menyebutkan banyak kebohongan yang diumbar saksi dan juga saksi pelapor di ruang persidangan.

“Majelis hakim yang mulia, banyak kebohongan yang dikatakan saksi dan juga saksi pelapor di persidangan sebelumnya,” kata Selamet dengan nada serius.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, majelis hakim dan juga jaksa penuntut umum telah dibohongi dengan banyak hal dari keterangan yang disampaikan oleh para saksi dan juga saksi pelapor sebelumnya.

Meskipun pada persidangan sebelumnya, alibi Selamet ini terbantahkan oleh keterangan para saksi yang memberikan kesaksiannya di bawah sumpah, tetap saja ketua DPC PKB Kota Depok ini keukeuh dengan sikapnya.

Bahkan di awal pembacaam pledoinya, Selamet justru mempertanyakan alasan pelaporan dirinya sehingga harus duduk di meja pesakitan di PN Depok.

Tak hanya itu, Selamet yang sebelumnya adalah anggota DPRD Kota Depok menyebutkan bahwa kesalahan terbesar yang telah dilakukannya adalah merekrut Babai Suhaimi sebagai kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Depok.

“Itulah kesalahan terbesar yang telah saya lakukan,” katanya dengan mimik tak percaya.

Pembelaan diri yang diberikan Selamet Riyadi ini, adalah jawaban dari keterangan yang telah diberikan oleh sejumlah saksi yang telah dimintai keterangannya pada persidangan sebelumnya.

Tak hanya itu, dengan pembelaan diri pada persidangan tadi sore, Selamet berharap majelis hakim yang dipimpin oleh Nanang Herjinanto, bisa memberikan putusan yang seadil-adilnya pada persidangan yang akan dilangsungkan dua pekan mendatang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada persidangan pekan lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Depok, Rozy Juliantoro menuntut terdakwa Selamet Riyadi dengan tuntutan 8 bulan penjara karena apa yang dilakukannya terbukti secara sah melanggar ketentuan sebagaimana diatur pada pasal 311 ayat 1 KUHP.

Pledoi yang dibacakan Selamet Riyadi bersangkutan, merupakan lanjutan dari rangkaian persidangan pencemaran nama baik atas nama Babai Suhaimi yang bermula dari statemen Selamet Riyadi kalau Babai Suhaimi dipecat dari PKB karena tersangkut narkoba.

Terkait pembelaan diri yang dibacakan sendiri oleh Selamet Riyadi, saksi korban Babai Suhaimi hanya bisa tersenyum.

\”Biarlah itu menjadi ranah majelis hakim untuk memutusnya. Majelis hakim yang mulia, tentu telah menyimak dan merangkum semua fakta yang disebutkan dan terkuak di persidangan,” katanya singkat. (ted)

Pos terkait