Sepanjang 2020, Perekonomian DIY Paling Terpuruk Se-Jawa

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, YOGYAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat bahwa perekonomian DIY pada tahun 2020 mengalami kontraksi ekonomi paling dalam alias paling terpuruk se-Jawa.

Dibandingkan dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi lain, kontribusi PDRB DIY pada 2020 relatif kecil. Kontribusi terhadap Pulau Jawa hanya sebesar 1,40 persen, sedangkan kontribusi terhadap 34 provinsi lain hanya 0,88 persen.

Bacaan Lainnya

Dalam rilis akhir pekan, BPS Provinsi DIY mencatat kinerja perekonomian DIY pada kuartal IV 2020 masih mengalami kontraksi secara kumulatif sebesar 2,69 persen (c-to-c). Berbeda dengan tahun sebelumnya yang mampu tumbuh sebesar 6,59 persen.

Ada 11 lapangan usaha yang mengalami kontraksi, transportasi dan pergudangan mengalami kontraksi tertinggi mencapai 20,21 persen. Selain itu, ada juga empat sektor usaha yang mengalami kontraksi hingga dua digit, di antaranya penyedia akomodasi dan makan minum minus sebesar 16,91 persen, jasa lainnya, konstruksi, dan jasa perusahaan masing-masing 15,74 persen, 15,64 persen, dan 14,89 persen.

Namun masih ada lima lapangan usaha yang tumbuh positif, di antaranya informasi dan komunikasi tumbuh 19,70 persen, jasa kesehatan 19,18 persen, jasa pendidikan 4,47 persen, pertanian 4,19 persen, serta real estate 1,27 persen.
Kontraksi ini dipicu oleh pembatasan kegiatan ekonomi karena pandemi COVID-19.

Pos terkait