Siapakah “Lingkaran Setan” di Bisnis Kedelai yang Diungkap Buwas ???

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, JAKARTA – Saat masyarakat harus berperang melawan virus corona, di dalam negeri harga barang kebutuhan pokok pun melambung. Salah satu diantaranya adalah tempe yang berbahan baku kedelai.

Terkait kenaikan harga tempe itu, Dirut Perum Bulog, Budi Waseso mengungkap salah satu faktor penyebab kenaikan kedelai adalah ‘lingkaran setan’ yang bermain di sektor itu, dalam hal ini kartel-kartel importir kedelai.

Bacaan Lainnya

“Kalau kita bicara bagaimana masalah jagung atau kedelai? Ya itu akar masalahnya, ada lingkaran setan yang sulit kita basmi kecuali bersama-sama,” ungkap Buwas dalam teleconference, beberapa hari lalu.

Lingkaran setan itu berwujud distribusi kedelai yang berlapis-lapis, sehingga ongkos pengiriman kedelai tinggi, dan akhirnya masyarakat dibebani dengan harga yang mahal. Terutama untuk produk tahu dan tempe yang selalu menjadi makanan sehari-hari rakyat Indonesia.

“Kenapa bisa mahal? Teman-teman bisa lihat, akar masalahnya karena kartel terlalu banyak, birokrasi terlalu panjang. Satu ke satu semua pakai biaya yang kita istilahkan ini satu wujud korupsi sebenarnya. Tapi hasil atau beban korupsi dibebankan ke masyarakat/konsumen,” kata Buwas.

Di sisi lain, sebenarnya Bulog punya tugas menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga kedelai. Tugas itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 48 Tahun 2016 tentang Penugasan Kepada Perum BULOG Dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional. Sayangnya, Buwas mengaku saat ini tugas itu tak bisa dijalankan, termasuk juga impor kedelai.

Pos terkait