STIH Padang : Pengosongan Kampus oleh UNP Ilegal

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, Padang  – Pengosongan paksa kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (STISIP) Padang yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia (YPKMI) pada 23 Januari 2021 lalu, selain mendapat kecamatan dari pihak yayasan juga dari para alumni STIH-STISIP Padang.

Ketua Dewan Pembina YKPMI, Davip Maldian secara khusus menuding pengosongan kasumpus yang berlokasi di Jalan Arif Rahman Hakim, Kelurahan Belakang Pondok, Kota Padang itu, merupakan tindakan melawan hukum dan juga HAM..

Bacaan Lainnya

“Kami menilai tindakan pengosongan yang dilakukan oleh UNP merupakan perbuatan melanggar hukum dan melanggar HAM karena cara-cara pengosongan sangat mirip dengan pengeksekusian,” kata Davip.

Kampus oranye itu sendiri kata Davip Maldian telah dipergunakan sejak tahun 1984 sebagai tempat pendidikan oleh STIH-STISIP Padang.

“Gedung itu adalah aset peninggalan asing atau Tionghoa yang mana aset tersebut direbut oleh pihak YPKMI bersama masyarakat Padang atau Sumatera Barat pada umumnya dan gedung itu dimanfaatkan untuk tempat pendidikan oleh pihak swasta dan sudah legal sejak tahun 1984,” katanya mejelaskan.

Davip mengatakan, STISIP Padang bisa memakai aset tersebut karena pendiri YPKMI dan masyarakat ikut serta merebut itu dari orang yang berpaham komunis. kemudian aset tersebut dipergunakan untuk tempat pendidikan.

Pos terkait