Tahun 2020, Warga Miskin di Indonesia Bertambah 2 Juta

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, JAKARTA  – Kementerian Pembangunan Perencanaan Nasional (PPN/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memproyeksikan jumlah penduduk miskin pada akhir 2020 diperkirakan akan bertambah dibandingkan data September 2019. Berdasarkan data Kementerian PPN/Bappenas, jumlah penduduk miskin bertambah sekitar 2 juta pada akhir 2020.

“Data BPS, pada September 2019, kita mencapai 9,22 persen dan pada tahun 2020 kita berharap bisa menekannya menjadi 9% bahkan 8,5%. Tetapi pasti akan terjadi pertambahan di 2020. Mudah-mudaan tidak kembali ke dua digit karena nanti akan berat menghadapi 2021,” ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat dengan tema “Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial” secara virtual, Selasa (12/5).

Bacaan Lainnya

Bappenas juga mencatat akan ada tambahan pengangguran sebanyak 4,22 juta orang dibandingkan tahun lalu. Sementara tahun depan, penciptaan kesempatan kerja diperkirakan 2,3 juta hingga 2,8 juta orang.

Suharso mengatakan, target pembangunan 2020 dan 2021 akan terkoreksi akibat pandemi Covid-19. Dengan begitu, Kementerian PPN/Bappenas melakukan reformasi dalam sistem program perencanaan dengan menyederhanakan program pembangunan, dari program awal yang berjumlah 400, kini program tersebut turun menjadi 102 program. Sebanyak 88 di antaranya program kemandirian dan 14 sisanya, merupakan program antar sektor.

“Saya berharap kita bisa bersama-sama dengan fokus menyelesaikan RKP 2021 dan mengisinya dengan baik. Karena dari Januari, Presiden meminta kami untuk melakukan reformasi dalam sistem program perencanaan,” kata Suharso.

Bansos
Dalam kesempatan itu, Suharso menuding pendekatan daerah dalam memperlakukan orang miskin. Terutama dari sisi data.

“Banyak daerah ketika ditanya jumlah orang miskinnya, karena ingin daerahnya dianggap telah sukses menurunkan jumlah orang miskin, maka jumlahnya pun dikurangi. Lain hal ketika ada pembagian bantuan sosial, daerah-daerah pun mengatakan jumlah orang miskinnya bertambah. Ini pentingnya akurasi dan kelengkapan data untuk terus diperbaharui sedemikian rupa,” ujar Suharso.

Suharso juga meminta semua pihak terkait, bersama-sama dapat berkoordinasi dengan baik dalam menghadapi situasi luar biasa ini, terutama terkait soal keakuratan data orang miskin.

“Kita harus bersama-sama membasmi kemiskinan. Tahun 2024 harus mendekati angka nol,” katanya. (*/miq)

Pos terkait