Taliban Serang Pangkalan Militer Afghanistan, 5 Warga Sipil Tewas

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, GARDEZ – Kelompok Taliban mengklaim telah melakukan serangan bom bunuh diri ke Pangkalan Militer Afghanistan. Serangan tersebut terjadi pada Kamis (14/5).

Dilansir AFP, Serangan bom ditargetkan ke pangkalan militer di Kota Gardez di Afghanistan bagian timur. Akibat serangan tersebut, 5 warga sipil tewas.

Bacaan Lainnya

“Setelah pengumuman (serangan) ofensif … serangan syahid dilakukan terhadap markas militer penting pemerintah Kabul,” kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam pesan WhatsApp kepada media, Kamis.

Kementerian Pertahanan menyebut, pelaku bom bunuh diri itu meledakkan truk bermuatan bahan peledak. Bom tersebut meledak sebelum sampai di pusat pangkalan militer.

Pejabat kota setempat melaporkan, salah satu yang korban tewas merupakan tentara. Sementara 24 orang warga termasuk tentara mengalami luka.

Afghanistan dalam beberapa minggu terakhir memang diterpa sejumlah serangan dari kelompok militan. Selasa (12/5) lalu misalnya, kelompok teroris menyerbu rumah sakit dan meledakkan bom bunuh diri di sejumlah titik.
Serangan yang terjadi di barat ibu kota kabul Selasa lalu ini menewaskan sedikitnya 19 orang.

Saat itu juga ada 3 teroris bersenjata memberondong tembakan dan melempar granat, menyebabkan 3 orang lainnya tewas. Pasukan khusus Afghanistan berhasil menyelamatkan 80 orang, termasuk para ibu dan bayi. Rumah sakit itu memang memiliki bangsal bersalin yang besar.

Di tempat lain, juga meledakkan bom bunuh diri di acara pemakaman komandan polisi di provinsi Nangarhar yang dihadiri ribuan orang. Sedikitnya 15 orang tewas, 50 lainnya terluka dan dilarikan ke rumah sakit kota Jalalabad.
Presiden Ashraf Ghani sebenarnya sudah mengantisipasi kemungkinan adanya serangan dengan menyiagakan beberapa pasukan militer.

Pasukan tersebut dalam status ‘defensif’ alias tak akan membalas serangan Taliban dengan kekerasan. Akibat rentetan peristiwa tersebut, Ghani pun berang dan mencabut perintah ‘defensif’ tersebut.

Taliban juga dianggap terlalu melebih-lebihkan klaimnya soal jumlah tentara Afghanistan yang tewas maupun yang terluka, akibat serangan. Pihak Taliban juga membantah adanya warga sipil yang tewas.

Kedua pihak diketahui tengah menjajaki perundingan damai. Namun sampai saat ini belum menemui titik terang dan selalu menemui jalan buntu. (*/kpr)

Pos terkait