Teror Masih Hantui Paman Sam

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, WASHINGTON – Prosesi pelantikan dan pengusuhan Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat, ternyata belum membuat situasi politik di negeri itu kembali normal. Malah sebaliknya, negara super power itu masih dihantui ancaman teror nasional setelah serangan di Capitol pada 6 Januari lalu.

Terkait situasi itu, Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat telah  mengeluarkan peringatan adanya ancaman terorisme nasional.

Bacaan Lainnya

Peringatan itu menyebut para ekstremis dapat melakukan serangan terhadap pejabat-pejabat terpilih dan fasilitas pemerintah, seperti yang terjadi di gedung Capitol AS oleh para pendukung mantan presiden Donald Trump.

Sebelumnya, pihak berwenang di California mendakwa seorang pendukung Trump atas kepemilikan lima bom pipa rakitan. Pendukung Trump itu diduga akan melakukan penyerangan terhadap para pejabat terpilih AS.

Ancaman serangan masih berpotensi terjadi di AS selama beberapa minggu ke depan, menyusul akan dilaksanakannya sidang pemakzulan Trump atas ‘hasutan pemberontakan’ akibat serangan d Capitol AS.

“Informasi ini menunjukkan bahwa beberapa ekstremis yang keberatan terhadap pelaksanaan otoritas pemerintah dan transisi presiden, serta keluhan yang dipicu oleh narasi palsu, dapat terus bergerak untuk menghasut atau melakukan kekerasan,” kata Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dilansir AFP, Minggu (31/1).

Pos terkait