Tes PNS KPK Dikritik, Kenapa Ya ?

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, JAKARTA—Pelaksanaan tes wawasan kebangsaan dalam rangka peralihan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) mendapat kritikan. Sejumlah pihak meminta KPK terbuka dengan hasil tes yang diduga menyebabkan sejumlah pegawai lembaga antirasuah itu tak lolos.

KPK sendiri mengeklaim hasil assesmen TWK pegawai KPK masih tersegel. Sekretaris Jenderal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Cahya H Harefa menyebut pihaknya sudah menerima hasil tes TWK yang dilakukan Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada 27 April lalu. Harefa mengatakan, KPK akan segera mengumumkan dalam waktu dekat hasil tes yang dimaksud sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan KPK.

Bacaan Lainnya

Dia menjelaskan, hasil tes TWK itu merupakan penilaian dari 1.349 pegawai KPK yang telah mengikuti asesmen tes. Hal itu adalah syarat pengalihan pegawai KPK menjadi ASN.

“Secara kelembagaan KPK bakal tunduk kepada peraturan bahwa pengalihan Pegawai KPK menjadi ASN yang merupakan amanat UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” katanya.

Diduga, sekitar 75 pegawai KPK, termasuk penyidik senior Novel Baswedan tak lolos tes wawasan kebangsaan. Mereka terancam gagal alih status menjadi ASN. Selain Novel, nama lain yang disebut tidak lolos tes ASN, yakni Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap serta sejumlah Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) penyelidik dan penyidik dari unsur internal lainnya.

Pos terkait