Usai Divaksin, Pemuda di Jaktim Meninggal Dunia

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, JAKARTA  – Seorang pemuda asal Buaran, Jakarta Timur, Trio Fauqi Firdaus meninggal dunia sehari setelah disuntik vaksin AstraZeneca. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut angkat suara terkait meninggalnya pemuda berusia 22 tahun itu.

Anies mengatakan telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, setelah menerima laporan warganya meninggal usai disuntik vaksin tersebut. Anies bahkan mengaku menyarankan Menkes untuk menambah proses skrining kesehatan dalam proses vaksinasi. Hal itu kata Anies, bertujuan untuk mencegah risiko-risiko yang bisa terjadi setelah proses vaksinasi.

Bacaan Lainnya

“Tadi kami sampaikan usulan terkait tambahan proses skrining agar bisa mencegah terjadinya risiko-risiko dari vaksin,” kata Anies saat ditemui wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/5).

Menurut Anies, bukan hanya proses skrining yang disampaikan kepada Menkes. Mantan Menteri Pendidikan itu mengatakan bahwa Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) harus menjadi perhatian yang sangat serius. Ditambah lagi, kata Anies, dampak dari vaksinasi AstraZeneca yakni pembekuan darah untuk masyarakat usia muda. Karena kata dia, di Eropa, vaksin AstraZeneca mayoritas diberikan untuk warga berusia di atas 40-60 tahun.

“Kami sampaikan (kepada Menkes) bahwa di beberapa eropa ada pembatasan usia bahwa vaksin AstraZeneca itu diberikan, diutamakan pada usia di atas 40 tahun, bahkan di atas 60 tahun,” kata Anies.(*/merd)

Pos terkait