Vaksin Sinovac Dekati Kedaluwarsa, Distribusi AstraZeneca Disetop

  • Whatsapp

Kabarsiana.com. JAKARTA – Persoalan baru menghinggapi program vaksinasi Covid-19 di Indonesia yang telah dimulai sejak Januari 2021. Dimana kini program tersebut dihadapkan pada tantangan vaksin Sinovac jelang kedaluwarsa dan penghentian distribusi vaksin Astrazeneca ke sejumlah daerah.

Vaksin Sinovac gelombang pertama yang tiba sejak 6 Desember 2020 dikabarkan akan kedaluwarsa pada 25 Maret ini. Jumlah vaksin Sinovac yang didatangkan pada tahap ini sebanyak 1.200.568.

Bacaan Lainnya

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan sebagian besar vaksin Sinovac gelombang pertama telah digunakan. Namun ada beberapa daerah yang masih memiliki vaksin tersebut.

Budi menyebut pihaknya masih akan mengevaluasi program vaksinasi di Papua, salah satu dari 34 provinsi yang didistribusikan vaksin Sinovac tahap pertama. Evaluasi itu untuk memastikan apakah vaksin sudah terpakai di Papua.

“Kita masih cek di Papua karena saat pertama kita kirimnya ke 34 provinsi. Kita konfirmasi lagi daerah Papua [vaksinnya] tapi di luar Papua semuanya sudah terpakai,” kata Budi dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI, Senin (15/3).

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga mengakui ada vaksin Sinovac yang akan kedaluwarsa pada 25 Maret. Vaksin tersebut akan dihabiskan dalam program vaksinasi pada 18 Maret mendatang.

Pos terkait