Virus Corona Mulai Menyebar ke Asia Tenggara

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, JAKARTA – Masyarakat Indonesia perlu mewaspadai penyebaran virus corona. Hal itu lantaran penyebaran virus ini telah menyebar ke sejumlah negara yang berada di kawaan Asia Tenggara.

Dikutip dari sejumlah situs yang ada di kawasan Asia Tenggara, hingga pukul 11.00 WIB, Minggu (26/1), sejumlah warga  di negara Asia Tenggara telah terjangkit virus corona. Diantaranya di Thailand 7 orang, Singapura sebanyak 3 orang, Malaysia sebanyak 4 orang dan Vietnam sebanyak 2 orang.

Bacaan Lainnya

Sedangkan total orang di dunia yang terkena virus Corona berjumlah 2.019 orang. Dari 2.019 orang yang terjangkit virus corona, warga negara China yang terbanyak terjangkit sebanyak 1.979 orang. Selain itu, Hongkong 5 orang, Australia 4 orang, Prancis 3 orang, Korea Selatan 3 orang, Taiwan 3 orang, Jepang, Makau dan Amerika Serikat masing-masing 2 orang serta Nepal 1 orang.

” Virus ini sudah kategori ancaman global, ” kata  The Indonesian Democracy Initiative (TIDI) Arya Sandhiyudha, Minggu (26/1).

Menurut Arya berdasarkan analisa dari Analis Kesehatan di lembaganya, kalau tiap individu yang terinfeksi virus ini rerata menginfeksi sebanyak 2,5 kali lebih banyak orang. Diketahui, pada 3 Januari, 44 kasus; 2 pekan melonjak jadi 198 kasus; 21 Januari 444 pasien terinfeksi virus. Pada 23 Januari, 644 kasus. Pada hari berikutnya sudah 830 kasus.

“Terlihat Virus ini berpotensi menjadi Global Pandemic”, jelas Arya.

Sementara itu, terkait penyebaran virus Corona ini, Perhimpunan Pelajat Indonesia (PPI) Tiongkok Cabang Wuhan China belum menerima laporan WNI di kota Wuhan yang terjangkit virus Corona.

” Semua mahasiswa rata-rata tinggal di asrama dan selalu dalam pantauan kampus,” kata Ketua PPIT Wuhan Nur Musyafak dalam keterangan tertulisnya.

Selain itu, menurutnya hampir seluruh kampus di Wuhan melakukan tindakan pencegahan dengan memberikan masker, sabun cair dan thermometer gratis kepada tiap mahasiswa. Nur memastikan PPIT Wuhan selalu berkoordinasi dengan KBRI Beijing.

” WNI di Wuhan dimonitor oleh KBRI Beijing tiap saat, KBRI meminta untuk tidak panik,” terangnya.

Nur Musyafak  memastikan akses transportasi telah ditutup sementara baik kereta, pesawat, bus dari Wuhan maupun menuju Wuhan. Hal itu untuk mengurangi resiko penyebaran virus Corona.

” Pemerintah pastikan supply ke Wuhan tidak terganggu dan supermarket akan tambah stok makanan,” pungkasnya. (*/rri)

 

Pos terkait